Sukabumi
Sukabumi, seberapa menarik? Sebuah Kota dan Kabupaten di selatan Jawa Barat. 120 km dari Jakarta, 60 km dari Bandung. Apanya yang spesial?
Seperti halnya kota-kota lain yang sedang tumbuh di Indonesia, Sukabumi hari ini sedang didera kemacetan lalu lintas. Berbagai upaya dilakukan, dari rekayasa lalu lintas, pembuatan jalan tol, hingga penambahan track rel kereta. Mungkin pengurangan kemacetan ini akan terjadi dalam jangka panjang. Hingga 10 tahun. Namun bukan berarti Sukabumi hari ini tidak layak untuk dikunjungi atau menjadi tempat tinggal favorit untuk jangka panjang.
Ada dua buah kota yang sedang berlari kencang. Menata dan mempercantik diri. Satu di kaki gunung, satu lagi di pantai. Di kaki gunung Gede-Pangrango ada kota Sukabumi. Di pantai selatan Jawa, ada Palabuhanratu. Dua-duanya menyandang status sebagai ibu kota Kabupaten dan Kota. Dua-duanya tumbuh dari warisan kerajaan Pajajaran, dikembangkan sebagai kawasan perkebunan pada masa kolonial, dan kini menjadi dominan kawasan industri dan perdagangan di wilayah utara, dan pertanian wisata di wilayah selatan.
Jika brand nasional dan internasional menjadi ukuran kemajuan sebuah kota, daftarnya semakin panjang dari tahun ke tahun. Mari mulai dari kuliner. Di kota Sukabumi brand-brand populer telah melakukan penetrasi, ada Pizza Hut, McDonald, KFC, Dunkin Donut (walaupun telah angkat kaki), CFC. Jaringan hotel Maxone, Horison, Santika. Ritel Ramayana, Matahari, Yogya, Giant (angkat kaki juga?), Indomart, Alfamart, YoMart. Ada Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, Panin, BJB. Gojek dan Grab.
Ada Hermina, Rumah Sakit. Disamping brand lokal seperti Rido Galih dan Kartika. Terbesar tetap RS Bunut, milik Pemkot Sukabumi. Jaringan Kimia Farma sudah lama eksis. Apakah Jiwasraya, Bumi Putra, dan Prudential perlu dihitung? Ada authorize dealer dan service untuk Toyota/Daihatsu, Mitsubishi, dan Suzuki. Belakangan menyusul Honda. Ada Universitas Muhammadiyah.
Terdapat Jalur kereta dari Sukabumi menuju Bogor dan Cianjur. Berangkat dari Stasiun Sukabumi. Ada terminal bis, dominan tujuan Jakarta dan Bandung. Anda juga bisa memilih Shuttle bus untuk tujuan Jakarta dan Bandung. Sementara angkutan kota dicat warna-warni untuk setiap jurusan yang berbeda.
Apakah dengan brand seabreg itu beserta fasilitas kota yang ada, kota Sukabumi telah menjadi kota modern? atau mungkin mungkin pertanyaannya adalah - dengan segala fasilitas kekinian itu - apakah Sukabumi membuatmu nyaman?
Ada dua buah kota yang sedang berlari kencang. Menata dan mempercantik diri. Satu di kaki gunung, satu lagi di pantai. Di kaki gunung Gede-Pangrango ada kota Sukabumi. Di pantai selatan Jawa, ada Palabuhanratu. Dua-duanya menyandang status sebagai ibu kota Kabupaten dan Kota. Dua-duanya tumbuh dari warisan kerajaan Pajajaran, dikembangkan sebagai kawasan perkebunan pada masa kolonial, dan kini menjadi dominan kawasan industri dan perdagangan di wilayah utara, dan pertanian wisata di wilayah selatan.
Jika brand nasional dan internasional menjadi ukuran kemajuan sebuah kota, daftarnya semakin panjang dari tahun ke tahun. Mari mulai dari kuliner. Di kota Sukabumi brand-brand populer telah melakukan penetrasi, ada Pizza Hut, McDonald, KFC, Dunkin Donut (walaupun telah angkat kaki), CFC. Jaringan hotel Maxone, Horison, Santika. Ritel Ramayana, Matahari, Yogya, Giant (angkat kaki juga?), Indomart, Alfamart, YoMart. Ada Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, Panin, BJB. Gojek dan Grab.
Ada Hermina, Rumah Sakit. Disamping brand lokal seperti Rido Galih dan Kartika. Terbesar tetap RS Bunut, milik Pemkot Sukabumi. Jaringan Kimia Farma sudah lama eksis. Apakah Jiwasraya, Bumi Putra, dan Prudential perlu dihitung? Ada authorize dealer dan service untuk Toyota/Daihatsu, Mitsubishi, dan Suzuki. Belakangan menyusul Honda. Ada Universitas Muhammadiyah.
Terdapat Jalur kereta dari Sukabumi menuju Bogor dan Cianjur. Berangkat dari Stasiun Sukabumi. Ada terminal bis, dominan tujuan Jakarta dan Bandung. Anda juga bisa memilih Shuttle bus untuk tujuan Jakarta dan Bandung. Sementara angkutan kota dicat warna-warni untuk setiap jurusan yang berbeda.
Apakah dengan brand seabreg itu beserta fasilitas kota yang ada, kota Sukabumi telah menjadi kota modern? atau mungkin mungkin pertanyaannya adalah - dengan segala fasilitas kekinian itu - apakah Sukabumi membuatmu nyaman?

Komentar
Posting Komentar